Sejarah Tapanuli Utara.

Posted by nadia Sibarani On Monday, 29 April 2013 0 comments
HORAS...
Kabupaten Tapanuli Utara, sebuah Kabupaten di Sumatera Utara merupakan tempat asal penulis. Walaupun tidak dilahirkan disini, tetapi sejak kecil, saya sudah berada di tempat ini dan dibesarkan di tempat ini juga. Banyak hal yang ingin saya bagikan kepada pembaca semua tentang Tapanuli khususnya Tapanuli Utara. Akan tetapi hal yang pertama sekali saya ceritakan dan tentu saja harus saya ketahui dan juga seharusnya diketahui oleh setiap orang yang berasal dari Tapanuli Utara adalah sejarah dari Kabupaten Tapanuli Utara itu sendiri.

http://img43.imageshack.us/img43/104/petawilayahadministasik.jpg

Sejarah Kabupaten Tapanuli Utara yang saya bahas terdiri dari dua masa yang berbeda tetapi tidak terlepas dan menjadi bagian penting dari terbentuknya Kabupaten Tapanuli Utara yaitu Masa Hindia Belanda dan Jepang kemudian Masa Pemerintahan Republik Indonesia Sampai Sekarang.

Masa Pemerintahan Hindia Belanda.
Pada masa Hindia Belanda, Kabupaten Tapanuli Utara termasuk Kabupaten Dairi dan Toba Samosir yang sekarang termasuk dalam satu daerah pemerintahan yang disebut Keresidenan Tapanuli yang dipimpin seorang Residen Bangsa Belanda yang berkedudukan di Sibolga. Keresidenan Tapanuli yang dulu disebut Residentie Tapanuli terdiri dari 4 Afdeling (Kabupaten) yaitu
1. Afdeling Batak Landen
2. Afdeling Padang Sidempuan
3. Afdeling Sibolga dan
4. Afdeling Nias.
Afdeling Batak Landen dipimpin seorang Asisten Residen yang ibukotanya Tarutung. Daerah Pemerintahan Afdeling Batak Landen  dibagi lagi menjadi 5 Onder Afdeling (Wilayah) yaitu :
-.   Onder Afdeling Silindung (Wilayah Silindung) ibukotanya Tarutung.
-.   Onder Afdeling Hoovlakte Van Toba (Wilayah Humbang) : Siborong-borong.
-.   Onder Afdeling Toba (Wilayah Toba) ibukotanya Balige.
-.   Onder Afdeling Samosir (Wilayah Samosir) ibukotanya Pangururan.
-.   Onder Afdeling Dairi Landen (Kabupaten Dairi sekarang) ibukotanya Sidikalang.
Tiap-tiap Onder Afdeling mempunyai satu Distrik (Kewedanaan) dipimpin seorang Distrikchoolfd bangsa Indonesia yang disebut Demang dan membawahi beberapa Onder Distrikten (Kecamatan) yang dipimpin oleh seorang Asisten Demang.
Menjelang Perang Dunia II, distrik-distrik di seluruh Keresidenan Tapanuli ini dihapuskan dan beberapa Demang yang mengepalai distrik-distrik sebelumnya diperbantukan ke kantor Controleur masing-masing dan disebut namanya Demang Terbeschingking. Dengan penghapusan ini para Asisten Demang yang ada di kantor Demang itu ditetapkan menjadi Asisten Demang di Onder Distrik bersangkutan. Kemudian tiap Onder Distrik membawahi beberapa negeri yang dipimpin oleh seorang kepala Negeri yang disebut Negeri Hoofd. Pada waktu berikutnya diubah dan dilaksanakan pemilihan, tetapi tetap memperhatikan asal usulnya.
Negeri-negeri ini terdiri dari beberapa kampung, yang dipimpin seorang kepala kampung yang disebut Kampung Hoafd dan juga diangkat serupa dengan pengangkatan Negeri Hoofd. Negeri dan Kampung Hoofd statusnya bukan pegawai negeri, tetapi pejabat-pejabat yang berdiri sendiri di negeri/kampungnya. Mereka tidak menerima gaji dari pemerintah tetapi dari upah pungut pajak dan khusus Negeri Hoofd menerima tiap-tiap tahun upah yang disebut Yoarliykse Begroting.
Tugas utama Negeri dan Kampung Hoofd ialah memelihara keamanan dan ketertiban, memungut pajak/blasting/rodi dari penduduk Negeri/Kampung masing-masing. Blasting/rodi ditetapkan tiap-tiap tahun oleh Kontraleur sesudah panen padi.Pada waktu pendudukan tentara Jepang Tahun 1942-1945 struktur pemerintahan di Tapanuli Utara hampir tidak berubah, hanya namanya yang berubah seperti : Asistent Resident diganti dengan nama Gunseibu dan menguasai seluruh tanah batak dan disebut Tanah Batak Sityotyo. Demang-demang Terbeschiking menjadi Guntyome memimpin masing-masing wilayah yang disebut Gunyakusyo. Asisten Demang tetap berada di posnya masing-masing dengan nama Huku Guntyo dan kecamatannya diganti dengan nama Huku Gunyakusyo. Negeri dan Kampung Hoofd tetap memimpin Negeri/Kampungnya masing-masing dengan mengubah namanya menjadi Kepala Negeri dan Kepala kampung.
Untuk Masa Pemerintahan Republik Indonesia Sampai Sekarang, akan saya lanjutkan di lain waktu. HORAS..

0 comments:

Post a Comment